Alexander Smith Ungkap Peluang Inggris di Piala Dunia 2018

Alexander Smith Ungkap Peluang Inggris di Piala Dunia 2018

Alexander Smith si penjelajah waktu telah menjadi headline surat kabar nasional Inggris karena membuat pengakuan yang mengejutkan. Ia juga mengklaim dirinya merupakan bagian dari operasi rahasia CIA yang mengirimnya ke tahun 2118.

Ketika dia ditanya tentang Piala Dunia 2018 dan peluang skuad Inggris, dia memberi secercah harapan bagi para penggemar Inggris.

Seperti yang dilansir dari express UK, Alexander Smith mengatakan ia belum yakin apakah Inggris akan memenangkan Piala Dunia 2018 nantinya.

“Saya tidak yakin apakah Inggris akan memenangkan Piala Dunia, karena saya tidak melihat apapun mengenai olahraga di masa depan, tapi sekali lagi saya melihat bagian yang sangat terbatas di dunia,” ujarnya .

“Sangat mungkin sepak bola masih ada di tahun 2118 dan sangat mungkin Inggris akan memenangkan Piala Dunia lagi.” Lanjutnya.

Keberhasilan terakhir Inggris sudah terjadi lebih dari 50 tahun yang lalu ketika Geoff Hurst mengantongi hattrick di stadion Wembley. Hasil 4-2 membuat Inggris berhasil mengalahkan Jerman Barat pada tahun 1967.

Namun belakangan ini penampilan Inggris kian memburuk. Bahkan FIFA memposisikan The Three Lions ini berada di peringkat 16 dunia. Di Piala Dunia 2018 di Rusia nanti, Inggris berada di Grup G bersama Belgia, Panama, dan Tunisia.

Inggris Juga Terancam Batal Ke Piala Dunia 2018

Keberadaan timnas Inggris di Rusia sendiri masih belum bisa dipastikan. Pasalnya dalam beberapa minggu terakhir, terjadi ketegangan politik antara Rusia dengan Inggris.

Dilansir dari BBC News, federasi sepak bola Inggris bahkan mengancam akan memboikot Piala Dunia 2018. Perang dingin antar kedua negara bermula dari kematian agen ganda Rusia, Sergei Skripal yang juga pernah bekerja untuk pemerintah Inggris. Negara yang baru saja keluar dari Uni Eropa tersebut menuduh Rusia telah meracuni Skripal.

Dari hasil survei yang dilakukan oleh Sky Sports menunjukkan 48 persen penggemar meminta timnasnya untuk melakukan aksi boikot. 52 persen sisanya tetap mendukung The Three Lions berangkat ke Rusia.

Tinggalkan Komentar Anda